Jumat, Maret 13, 2026
  • Home
  • Daerah
  • Dunia
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Opini
  • Politik
No Result
View All Result
Serunting.id
Advertisement
Serunting.id
  • Home
  • Daerah
  • Dunia
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Opini
  • Politik
No Result
View All Result
Serunting.id

OPINI : Serangan Siber, Upaya Delegitimasi, dan Politik Pembuktian Kinerja

Maret 13, 2026
in Daerah, Dunia, Nasional, Opini, Politik, Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
0 0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Martayadi Tajuddin

Serunting.id, Jambi – Fenomena maraknya serangan siber yang menyasar Gubernur Jambi, Al Haris, belakangan ini patut dibaca lebih dalam dari sekadar dinamika kritik di ruang digital. Dalam perspektif kebijakan publik dan komunikasi politik modern, ruang siber telah menjelma menjadi arena baru pertarungan legitimasi kekuasaan, tempat persepsi publik dibentuk, diperkuat, bahkan dimanipulasi.

Jika dicermati secara kritis, pola serangan yang muncul tidak lagi bersifat sporadis atau sekadar ekspresi kekecewaan individu. Narasi yang berulang, framing yang seragam, serta distribusi konten yang masif menunjukkan adanya “Indikasi orkestrasi opini” yang bertujuan menggerus legitimasi kepemimpinan di mata publik.

Baca Juga

Soal “Serangan” Siber ke Al Haris, Pengamat: Diduga Ada Kaitan Politik 2029

Tegaskan Keterbukaan dan Komitmen Penegakan Hukum, PPWI Jambi Temu Kangen Dengan Kajari Sarolangun 

Ngotot Minta Jalur Jalan Khusus Dipindah, DPD RI Menilai Warga BPR Telah ‘Mental Block’

Dalam kajian komunikasi politik, strategi semacam ini dikenal sebagai delegitimasi berbasis persepsi. Target utamanya bukan semata-mata menjatuhkan kebijakan tertentu, tetapi menciptakan keraguan kolektif terhadap figur pemimpin. Ketika persepsi negatif diproduksi secara terus-menerus melalui berbagai kanal digital, maka publik secara perlahan dapat diarahkan pada satu kesimpulan: menurunnya kepercayaan terhadap kepemimpinan.

Fenomena ini biasanya bekerja melalui dua pendekatan utama. Pertama, membangun narasi kritik yang tampak organik,seolah-olah lahir dari kegelisahan masyarakat luas. Padahal, dalam banyak kasus, narasi tersebut digerakkan oleh kepentingan kelompok tertentu yang memiliki agenda politik jangka panjang. Kedua, mengonsolidasikan kelompok haters atau kelompok yang sejak awal memiliki resistensi terhadap figur tertentu, kemudian memperkuatnya melalui reproduksi konten yang berulang sehingga tercipta efek gema (echo chamber) di ruang digital.

Namun menariknya, dalam logika politik, intensitas serangan terhadap figur seperti Al Haris justru mengindikasikan satu hal penting: pengaruh politiknya masih sangat diperhitungkan Figur yang tidak memiliki relevansi politik biasanya tidak menjadi sasaran kampanye opini yang begitu intens. Sebaliknya, figur yang memiliki jaringan, basis sosial, serta potensi pengaruh politik yang kuat akan selalu menjadi target pertarungan narasi.

Di tengah dinamika tersebut, respon yang diperlihatkan oleh Al Haris justru menarik untuk dicermati. Alih-alih terjebak dalam polemik digital yang emosional atau sibuk membela diri di ruang media sosial, pendekatan yang ditempuh terlihat lebih mengarah pada politik pembuktian melalui kinerja pemerintahan

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai agenda pembangunan daerah terus didorong, mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa legitimasi kepemimpinan tidak semata-mata dibangun melalui narasi, tetapi melalui hasil kerja yang nyata dan dirasakan masyarakat

Dalam perspektif kebijakan publik, strategi semacam ini merupakan counter narrative yang lebih matang dan elegan. Ketika serangan datang dalam bentuk opini, maka jawaban yang paling kuat bukanlah bantahan verbal, melainkan fakta-fakta pembangunan yang dapat diverifikasi publik.

Artinya, publik diberi ruang untuk menilai secara rasional: apakah kepemimpinan berjalan atau tidak, apakah pembangunan dirasakan atau tidak. Dengan demikian, pertarungan opini tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling bising di media sosial, tetapi oleh realitas kebijakan yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Selain itu, penguatan komunikasi publik yang transparan juga menjadi elemen penting dalam meredam disinformasi. Pemerintahan yang aktif membuka ruang dialog, menjelaskan kebijakan, dan menjaga transparansi program akan lebih mampu membangun kembali kepercayaan publik yang berbasis fakta, bukan sekadar persepsi.

Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan tidak hanya diuji oleh keberhasilan program pembangunan, tetapi juga oleh kemampuan menghadapi tekanan opini dan dinamika politik. Dalam konteks ini, strategi yang menempatkan kerja nyata sebagai jawaban atas serangan opini merupakan pendekatan yang tidak hanya matang secara politik, tetapi juga mencerminkan kepemimpinan yang percaya pada legitimasi kinerja.

Sebab dalam demokrasi yang sehat, legitimasi seorang pemimpin pada akhirnya tidak ditentukan oleh riuhnya serangan di ruang digital, melainkan oleh seberapa nyata hasil kerja yang dirasakan oleh masyarakat yang dipimpinnya.()

  • Martayadi Tajuddin, Pengamat Kebijakan Publik yang Juga Mantan Birokrat
    *
Tags: Berita JambiJambiOpiniPengamat PolitikPolitik
Previous Post

Soal “Serangan” Siber ke Al Haris, Pengamat: Diduga Ada Kaitan Politik 2029

Berita Serupa

Soal “Serangan” Siber ke Al Haris, Pengamat: Diduga Ada Kaitan Politik 2029
Daerah

Soal “Serangan” Siber ke Al Haris, Pengamat: Diduga Ada Kaitan Politik 2029

Maret 12, 2026
Tegaskan Keterbukaan dan Komitmen Penegakan Hukum, PPWI Jambi Temu Kangen Dengan Kajari Sarolangun 
Daerah

Tegaskan Keterbukaan dan Komitmen Penegakan Hukum, PPWI Jambi Temu Kangen Dengan Kajari Sarolangun 

Januari 30, 2026
Ngotot Minta Jalur Jalan Khusus Dipindah, DPD RI Menilai Warga BPR Telah ‘Mental Block’
Daerah

Ngotot Minta Jalur Jalan Khusus Dipindah, DPD RI Menilai Warga BPR Telah ‘Mental Block’

Januari 30, 2026
Ketua DPRD Jambi Siap Perjuangkan Warga Tolak Zona Merah, Koordinasi Dengan Gubernur Al Haris
Daerah

Ketua DPRD Jambi Siap Perjuangkan Warga Tolak Zona Merah, Koordinasi Dengan Gubernur Al Haris

Januari 19, 2026
Load More

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasca El Halcon Ditetapkan Tersangka, Ketua KAD Provinsi Minta Pihak Kejati Periksa Komisaris dan Gubernur Jambi. Foto: Serunting.id

Pasca El Halcon Ditetapkan Tersangka, Ketua KAD Provinsi Minta Pihak Kejati Periksa Komisaris dan Gubernur Jambi

Mei 9, 2023
Sekda Sudirman Memeriksa Peta Area Stockpile Batubara di Aur Duri Kota Jambi

Sekda Sudirman Memeriksa Peta Area Stockpile Batubara di Aur Duri Kota Jambi

Januari 6, 2024
Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Rusdi Hartono MSi, melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto. Foto: Istimewa

Operasional Batubara di Jambi Ditutup, Ini Kata Polda Jambi

Maret 30, 2023
Ini Baru Mantap, Gubernur Al Haris Nyatakan Aktivitas Angkutan Batubara di Stop Hingga Waktu Tidak Ditentukan

Ini Baru Mantap, Gubernur Al Haris Nyatakan Aktivitas Angkutan Batubara di Stop Hingga Waktu Tidak Ditentukan

Maret 1, 2023

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

0

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

0

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

0

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

0
OPINI : Serangan Siber, Upaya Delegitimasi, dan Politik Pembuktian Kinerja

OPINI : Serangan Siber, Upaya Delegitimasi, dan Politik Pembuktian Kinerja

Maret 13, 2026
Soal “Serangan” Siber ke Al Haris, Pengamat: Diduga Ada Kaitan Politik 2029

Soal “Serangan” Siber ke Al Haris, Pengamat: Diduga Ada Kaitan Politik 2029

Maret 12, 2026
Tegaskan Keterbukaan dan Komitmen Penegakan Hukum, PPWI Jambi Temu Kangen Dengan Kajari Sarolangun 

Tegaskan Keterbukaan dan Komitmen Penegakan Hukum, PPWI Jambi Temu Kangen Dengan Kajari Sarolangun 

Januari 30, 2026
Ngotot Minta Jalur Jalan Khusus Dipindah, DPD RI Menilai Warga BPR Telah ‘Mental Block’

Ngotot Minta Jalur Jalan Khusus Dipindah, DPD RI Menilai Warga BPR Telah ‘Mental Block’

Januari 30, 2026

Recommended

OPINI : Serangan Siber, Upaya Delegitimasi, dan Politik Pembuktian Kinerja

OPINI : Serangan Siber, Upaya Delegitimasi, dan Politik Pembuktian Kinerja

Maret 13, 2026
Soal “Serangan” Siber ke Al Haris, Pengamat: Diduga Ada Kaitan Politik 2029

Soal “Serangan” Siber ke Al Haris, Pengamat: Diduga Ada Kaitan Politik 2029

Maret 12, 2026
Tegaskan Keterbukaan dan Komitmen Penegakan Hukum, PPWI Jambi Temu Kangen Dengan Kajari Sarolangun 

Tegaskan Keterbukaan dan Komitmen Penegakan Hukum, PPWI Jambi Temu Kangen Dengan Kajari Sarolangun 

Januari 30, 2026
Ngotot Minta Jalur Jalan Khusus Dipindah, DPD RI Menilai Warga BPR Telah ‘Mental Block’

Ngotot Minta Jalur Jalan Khusus Dipindah, DPD RI Menilai Warga BPR Telah ‘Mental Block’

Januari 30, 2026
Serunting.id

  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Peraturan Perusahaan
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Dunia
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Opini
  • Politik
Download

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In