Bulog Jambi Kejar Target Serap 8.100 Ton Gabah Hingga Akhir 2026

Serunting.id, Jambi – Target penyerapan gabah petani tahun ini semakin dekat dengan garis akhir. Hingga 3 September 2026.

Perum Bulog Kanwil Jambi hingga saat ini telah menyerap 7.615 ton gabah dari petani. Dengan target sepanjang 2026 sebesar 8.100 ton. Kemudian beras 1.200 ton, atau kalau di total  kedua nya itu setara beras nya itu 5.394 ton.

Manager Pengadaan dan Operasi Perum Bulog Kanwil Jambi Ahmad Mujjazzat Fachrudin saat ditemui media ini diruang kerjanya. Mengatakan mulai dari awal  2026 bulan Januari sampai dengan Agustus saat ini sudah tercapai 85,63%.

“Jadi target penyerapan pengadaan gabah beras di provinsi Jambi 8100 ton, kemudian beras 1200 ton, atau kalau di total  kedua nya itu setara beras nya itu 5.394 ton.”jelasnya

“Soal realisasi per 2 September 2026 kemarin, Gabahnya itu terserap 7.615 ton , sedangkan beras sudah terserap 723 ton atau sekitar 85,63% hasil ini targetnya lebih meningkat dari tahun 2025 lalu.”paparnya

“Mulai dari awal  2026 bulan Januari sampai dengan Agustus saat ini sudah tercapai 85,63%. Penyerapan yang paling tertinggi tahun ini pada bulan Februari, Maret dan April.”

“Kemudian naik kembali pada bulan Juni dan diperkirakan akan ada kenaikan lagi pada bulan September ini dikarenakan ada potensi panen di daerah Tanjung Jabung Timur sebanyak 2000 ton . Sementara itu target kita hanya 1500 ton jadi bisa tertutupi.”sambungnya

“Agar stabil penyerapan gabah dan beras ,kita bekerjasama dengan penyuluh tani , kelompok tani , (Gapoktan) yang sangat membantu dalam. Pengawasan dan penyuluhan dalam produksi panen di wilayah tersebut seperti Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.” ujarnya

“Kedua daerah tersebut diharapkan mampu menjadi penopang tambahan pasokan gabah untuk menutup kekurangan hingga target tahunan tercapai,” jelasnya

“Dengan capaian yang telah menembus lebih dari 80 persen target tahunan, Bulog Jambi kini tinggal menjaga ritme penyerapan agar target capaian pada 2026 dapat dituntaskan,” pungkasnya.

Sementara itu, harga pembelian gabah oleh Perum Bulog mengikuti ketetapan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram.

Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Jambi memusatkan perhatian pada sejumlah daerah yang selama ini menjadi sentra produksi gabah. Dua wilayah yang menjadi fokus utama yakni Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.

Optimalisasi penyerapan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi target pengadaan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus memastikan hasil produksi petani tetap memiliki pasar di tengah fluktuasi harga gabah.

(Penulis Tinggal di Kota Jambi)